Ada hal-hal yang tak akan mudah kembali seperti sebelumnya setelah kau putuskan, atau bahkan tak akan bisa kembali sama. Berhati-hatilah memilih keputusan, karena selamanya itu beneran lama.
Ada hal-hal yang tak akan mudah kembali seperti sebelumnya setelah kau putuskan, atau bahkan tak akan bisa kembali sama. Berhati-hatilah memilih keputusan, karena selamanya itu beneran lama.
Indahnya sebuah rumah, dari seorang suami yang pulang dari masjid dengan zikirnya, dari seorang istri yang juga berzikir di dalam rumahnya menanti suaminya pulang. Pagi itu, apa yang istri masak, maka suami akan memakan masakannya tanpa mencari apa yang tidak ada. Andai tidak masak, maka ia berpuasa, menyenangkan hati istrinya. Bersalawatlah padanya, suami terbaik. Rasulullah.
Berhentilah Berburuksangka
Orang lain memposting kesehariannya, kamu tidak suka dan merasa terganggu. Orang lain memposting prestasi atau pencapaianya, kamu menganggapnya sombong. Orang lain memposting tumbuhkembang anaknya, kamu tersinggung karena punya treatment yang berbeda. Orang lain memposting liburan, kamu menganggapnya pamer. Orang lain menuliskan pendapatnya, kamu marah karena tidak sependapat. Orang lain memposting ceramah, kamu merasa tersindir
Aduh. Nggak capek apa punya pikiran negatif terus? Itu kan orang lain cuma sharing aja. Kenapa merasa sakit hati?
Sadarlah.. bahwa apa yang kita lihat, apa yang kita baca, respon kita tergantung bagaimana perasaan kita saat itu juga. Coba renungi, dan bertanya pada diri sendiri, kenapa bisa seperti itu? Apa yang membuatmu selalu sakit hati? Kamu merasa semua orang menyakitkan bagimu, padahal itu hanya perasaanmu sendiri
Bukankah memang tidak apa-apa kalau memang kamu tidak baik-baik saja? Tidak perlu denial; jangan mencari kambing hitam untuk menutupi apa yang sakit dalam dirimu. Cari penyebabnya, lakukan sesuatu yang bisa menghindarkanmu dari hal tersebut; lakukan sesuatu yang positif untuk mengalahkan prasangka negatifmu
Kalau media sosial sudah membuatmu banyak terkena penyakit hati, coba istirahatlah sebentar. Jangan kepo dengan aktivitas orang lain kalau masih terus melihat dari kacamata negatif
Berbaiksangkalah.. sungguh itu akan menyelamatkan hatimu sendiri
Jakarta, 14 Agustus 2023 | Pena Imaji
Semakin sedikitnya doa yang kita ucap, pertanda semakin sedikitnya pula kita bergantung pada Tuhan. Biasakan berdoa pada semua kebutuhan, agar Tuhan sayang dan cinta. Bukankah seseorang yang cinta dan sayang itu pasti akan memberikan segalanya untuk yang dicintai? Apalagi Tuhan, pemilik dunia dan isinya.
Setiap kali kamu ingin tidur, ingatlah pada kisah seorang pria penghuni surga. Amal kebaikannya tidaklah banyak, tapi ia memiliki hati yang bersih lagi selamat, tidaklah ia tidur kecuali hatinya tidak membenci seseorang pun.
Ikhlaskan sebisa mungkin perihal apapun yang hilang, dan soal rasa sebaiknya sewajarnya saja. Agar saat malam datang, mudah bagi hati untuk berdamai.
Menata hati
Untuk adik-adik di sini yang sedang memantau takdirnya akan menikah dengan siapa dengan perasaan cemas dan gelisah :
Seburuk-buruknya kamu menilai dirimu sendiri, teruslah berdoa untuk bisa mendapatkan pasangan yang terbaik - yang sebaik baiknya, nggak usah tanggung-tanggung mintanya, benar-benar yang sebaik-baiknya.
Dan aku turut mendoakan, agar jika doa itu terkabul, kamu tidak memiliki perasaan tidak layak. Kamu layak!
@kurniawangunadi
Menutup hari ini, tidaklah terlalu penting siapa yang lebih kaya dan lebih enak hidupnya hari ini. Yang terpenting adalah siapa yang lebih bisa menikmati salatnya tanpa terburu-buru, dan siapa yang lebih banyak tabungan untuk kematiannya. Tidak semua orang bisa menikmati salat, dan tidak semua orang banyak tabungan pahalanya.
“Semoga kamu gak lelah jadi orang baik. Dengan segala luka dan kecewa yang sedang tertimbun dalam dirimu, semoga tak menjadikannya sebagai alasan kamu berubah dan menuntut orang-orang agar memahami situasimu.”
Sampai kapanpun badai dalam hidup bakal terus ada. Titik berhentinya cuman kalau waktu kita di dunia memang udah habis. Jadi, yang perlu terus dilatih adalah rasa yakin kita kalau Allah udah setting hidup kita sedemikian sempurnanya sehingga mustahil bakal berakhir buruk buat kita.
Nanti rasa yakin itulah yang bakal mengantarkan kita pada rasa tenang, damai, dan mau melalui semuanya dengan penuh baik sangka ke Allah.
Waspadalah, jangan kesedihan menguasaimu, lalu kamu berputus asa, seolah-olah Allah tidak pernah membebaskanmu sama sekali dari kegundahan.
Syams at-Tabrizi via @arahbatin